Diary
Merah
Ulang tahun ke 17
adalah hal yang spesial karena di usia inilah pertama kali kita boleh memilih
presiden dan memiliki kartu tanda penduduk atau KTP bahkan kartu boleh pacaran.
Begitu juga bagiku, aku fia yang sekarang tepat berusia 17 tahun dan duduk di
bangku kelas dua sma.
Melewati masa putih abu
– abu ini sangatlah banyak pelajaran yang kudapat. Sampai hsuatu siang aku akhirya
meniup lilin yang ke 17. antusia, bahagia dan bersyukur dengan umur ku ini.
Meniup lilin dengan dikeliligi orang – orang tercinta di sebuah acara kecil dengan
persiapan kilat karena bersamaan dengan kepanitian lomba PMR di sekolah.
Tepat pukul sepuluh
acara ulang tahun ini dimulai, setelah terdengar suara cowok yang mengetuk dan
mengucapkan salam .
Erga dan dian : “assallammualaikum, fia ...” (sambil mengetuk
pintu)
Fia : waalaikumsalam, siapa yaa
... ( menuju pintu )
O erga
sama dian dikirain siapa, sini masuk bentar lagi acaranya mulai.
Erga dan Dian : ia
makasih ya fia ( langsung duduk disalah satu pojok )
Erga : waah ternyata udah rame ama temen kelas u
yaaa dan gx ada temen kelas w
Fia : hhe ... ia ga emang gx
ngundang – ngundangkan cuma acara ksyukuran aja
Dan yang cowok ternyata cuama kalian berdua
aja loh ...
Acara pun dimulai dari
nyanyi bersama sampai pada acara puncak yaitu peniupan lilin dan pemotongan
kue. Sebelum peniupan lilin aku tidak lupa untuk memanjatkan doa kepada sang
pencipta. Setelah itu dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun .
Teman – teman : potong
kuenya, potong kuenya ..?
Aku segera memotong
kuenya dan potongan pertama aku berikan ke mama, lalu aku suapi mama dan bilang
ma makasih buat semuanya. Aku sayang mama. Setelah itu potongan kedua buat lina
sahabatku yang selalu ada sampai saat ini. Dan potongan ketiga buat orang
spesial dihari spesial pula yaitu potongan buat erga, aku memberi potongan kuenya
tanpa sepatah kata pun yang keluar dan hanya senyum yang dapat ku berikan.
kuenya pun di terima dan erga tersenyum sambil berkata terimakasih. Kami pun
menyantap makan bersama, poto dan
tertawa bersama. Sampailah pada acara terakhir yaitu doa bersama. Acara ultah
ku berakhir sudah namun tidak dengan kejutannya.
Ia kejutan pertama dan
terindah adalah ketika erga dan dian pamit pulang.
Dian : makasih ya
fia...
Erga : makasih udah mau ngundang w. Oh iya katanya
kemaren u mau kado dari w ?
Fia : kado untu w...
Erga : ia, jadi mau gx nih kadonya ? (sambil
tersenyum)
Fia : ia dech sambil tersenyum
Erga pun melihat dan
memasukan tangannya kedalam tas dan tiba – tiba terlihat kado yang telah
dibungkus berwana biru. Erga berkata “maaf bungkus kadonya acak – acakan,
maklum ngebungkus sendiri”. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya dan berkata
makasih ya ga kadonya. Erga berkata ‘ia sama – sama, semoga senang ya ama
kadony, w pulang dulu assallammualaikum”. Aku berakata “waalaikumsalam”.
Setelah itu, aku pun
bergegas masuk kamar dan membuka kado yang erga berikan. Dan terkejutlah aku
setelah melihat ternya isinya adalah sebuah buku diary berwarna merah bergambar
hello kity. Diry ini dari warnanya dan gambarnya semua sesui dengan kesukaan
ku. Diary merah ini membuat hatiku bergetar dan berdebar tidak menentu. Diary
ini pula yang membuat aku sadar, bahwa selama ini perasaan yang ku rasa ke erga
bukan sekedar perasaan pertemanan saja namun lebih dari itu. Perasaan yang
mulai tumbuh karena kebersamaan dan perhatian yang ia berikan terlihat dari
diary merah dihari bahagia ku. Diary ini akan ku simpan dan sebagai saksi bisu
indahnya kamu dihatiku. Akan ku simpan perasaan ini sama seperti ku simpan dan
ku jaga diary merah pemberian mu.
TAMAT

