Kamis, 18 September 2014

Aku Percaya



Aku Percaya
Aku tau kamu punya alasan
Aku tau kamu sudah berusaha jujur
Aku juga berusaha pergi
Aku berusaha ikhlas melepas mu
            Melepasmu kedua kalinya
            Melepasmu untuk bersama orang lain
            Orang yang menjadi pilihan hati mu
            Namun yang pasti aku tak akan membenci mu
Aku akan menjadi daun untuk mu
Daun yang tak pernah membenci angin
Aku akan selalu ada untuk mu
Dulu, sekarang bahkan nanti
            Tak peduli seberapa banyak air mata
            Tak peduli seberapa lama menunggu
            Tak peduli apakah aku diharapkan mu
            Apakah aku berarti dimata mu
Percayalah ...
Aku ada untuk mu
Aku dan kamu berpisah atau bersatu
Karna aku dan kamu bersama selalu
Dengan dan atas jalan NYA

Sabtu, 09 Agustus 2014

Diary Merah



Diary Merah


Ulang tahun ke 17 adalah hal yang spesial karena di usia inilah pertama kali kita boleh memilih presiden dan memiliki kartu tanda penduduk atau KTP bahkan kartu boleh pacaran. Begitu juga bagiku, aku fia yang sekarang tepat berusia 17 tahun dan duduk di bangku kelas dua sma.
Melewati masa putih abu – abu ini sangatlah banyak pelajaran yang kudapat. Sampai hsuatu siang aku akhirya meniup lilin yang ke 17. antusia, bahagia dan bersyukur dengan umur ku ini. Meniup lilin dengan dikeliligi orang – orang tercinta di sebuah acara kecil dengan persiapan kilat karena bersamaan dengan kepanitian lomba PMR di sekolah.
Tepat pukul sepuluh acara ulang tahun ini dimulai, setelah terdengar suara cowok yang mengetuk dan mengucapkan salam .
Erga dan dian : “assallammualaikum, fia ...” (sambil mengetuk pintu)
Fia                   : waalaikumsalam, siapa yaa ... ( menuju pintu )
                         O erga sama dian dikirain siapa, sini masuk bentar lagi acaranya mulai.
Erga dan Dian : ia makasih ya fia ( langsung duduk disalah satu pojok )
Erga                 :  waah ternyata udah rame ama temen kelas u yaaa dan gx ada temen kelas w
Fia                   : hhe ... ia ga emang gx ngundang – ngundangkan cuma acara ksyukuran aja
                        Dan yang cowok ternyata cuama kalian berdua aja loh ...
Acara pun dimulai dari nyanyi bersama sampai pada acara puncak yaitu peniupan lilin dan pemotongan kue. Sebelum peniupan lilin aku tidak lupa untuk memanjatkan doa kepada sang pencipta. Setelah itu dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun .
Teman – teman : potong kuenya, potong kuenya ..?
Aku segera memotong kuenya dan potongan pertama aku berikan ke mama, lalu aku suapi mama dan bilang ma makasih buat semuanya. Aku sayang mama. Setelah itu potongan kedua buat lina sahabatku yang selalu ada sampai saat ini. Dan potongan ketiga buat orang spesial dihari spesial pula yaitu potongan buat erga, aku memberi potongan kuenya tanpa sepatah kata pun yang keluar dan hanya senyum yang dapat ku berikan. kuenya pun di terima dan erga tersenyum sambil berkata terimakasih. Kami pun menyantap makan bersama, poto  dan tertawa bersama. Sampailah pada acara terakhir yaitu doa bersama. Acara ultah ku berakhir sudah namun tidak dengan kejutannya.
Ia kejutan pertama dan terindah adalah ketika erga dan dian pamit pulang.
Dian : makasih ya fia...
Erga  : makasih udah mau ngundang w. Oh iya katanya kemaren u mau kado dari w ?
Fia  : kado untu w...
Erga  : ia, jadi mau gx nih kadonya ? (sambil tersenyum)
Fia    : ia dech sambil tersenyum
Erga pun melihat dan memasukan tangannya kedalam tas dan tiba – tiba terlihat kado yang telah dibungkus berwana biru. Erga berkata “maaf bungkus kadonya acak – acakan, maklum ngebungkus sendiri”. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya dan berkata makasih ya ga kadonya. Erga berkata ‘ia sama – sama, semoga senang ya ama kadony, w pulang dulu assallammualaikum”. Aku berakata “waalaikumsalam”.
Setelah itu, aku pun bergegas masuk kamar dan membuka kado yang erga berikan. Dan terkejutlah aku setelah melihat ternya isinya adalah sebuah buku diary berwarna merah bergambar hello kity. Diry ini dari warnanya dan gambarnya semua sesui dengan kesukaan ku. Diary merah ini membuat hatiku bergetar dan berdebar tidak menentu. Diary ini pula yang membuat aku sadar, bahwa selama ini perasaan yang ku rasa ke erga bukan sekedar perasaan pertemanan saja namun lebih dari itu. Perasaan yang mulai tumbuh karena kebersamaan dan perhatian yang ia berikan terlihat dari diary merah dihari bahagia ku. Diary ini akan ku simpan dan sebagai saksi bisu indahnya kamu dihatiku. Akan ku simpan perasaan ini sama seperti ku simpan dan ku jaga diary merah pemberian mu.
TAMAT

Sampai Waktunya Tiba



SAMPAI  WAKTUNYA TIBA


malam menunggu datangnya matahari
sedangkan aku menunggu cintamu
cinta yang membuat aku menunggu
tanpa memandang waktu dan keadaan
                                                              
kapan dan dimana aku berada
apa dan bagaimana aku
siapa kumu dan aku saat ini
semua tak penting karna aku selalu menunggu mu

pengorabanan membuatku kuat
kata - kata mu membuat aku bersemangat
lagu - lagu yang kau sampaikan kepadaku
hanya membuat aku enggan berhenti menunggumu

jika aku lihat kebelakang
telah lama aku menunggu dan berakhir dengan pernyataan 
pernyataan perpisahan dan keputusanmu
mungkin pilihan itu yang terbaik buatmu 

 













kamu, jika suatu saat aku pergi
yang ku mau
kamu bahagia dan ingatlah aku selalu mendukungmu
mengigat semua kenangan dan menyimpanmu dihatiku

Pelajaran Untuk Ku



Pelajaran Untuk Ku

Tuhan .....
Kalau aku boleh meminta padamu
Kenapa begitu sulit aku mengatakan cinta
Kenapa begitu sulit aku melupakannya

Aku mencintainya dulu, sekarang bahkan sampai nanti
Aku menunggunya dulu hingga detik ini
Begitu banyak air mata ini buatnya
Begitu banyak waktuku terbuang untuknya

Pelajaran apa lagi yang kamu beri untuk ku
Pelajaran sabar dan iklas yang lagi-lagi harus ku dapat
Sabar  menjalani dan iklas merelakan dia bersama orang lain lagi
Jika memang begitu bantulah hamba melewati ini semua
Jika semua ini jalan mu berilah hamba kekuatan

Tuhan jika memang menurut mu dia terbaik
Pintaku dekatkan kami kembali dengan caramu
Namun jika tidak , aku yakin engkau menyiapkan rencana indah buatku.

08 Agustus 2014, 20.50

Jumat, 08 Agustus 2014

PENGAKUAN PERPISAHAN (P2) part 1

 Poto Teman Pa3 Saat Perpisahan Di mutun  
Ketawa dan Bergaya Bersama 
 

Kenangan Bersama Seragam Putih Abu-Abu


Me with Dian Aprianto
 
 
Tak ada kata terlambat untuk hal positif  itulah salah satu kata yang dapat memotifasi kita untuk selalu memulai hal baik kapan saja dan dimana saja . Begitu juga jika kita ingin mengakui suatu hal yang dapat merubah hal tersebut menjadi baik . Mungkin semua orang dapat menilai keburukan orang lain . Tapi tidak jika ia menilai keburukaannya sendiri . Dalam cerpen ini saya akan bercerita tentang seseorang yang selalu mendapat penilaian buruk dari orang lain .
selamat membaca ........

PENGAKUAN PERPISAHAN (P2)
Detik jam pun terdengar jelas diruangan yang hanya terdapat 40 orang siswa menegah atas di Sumatra Selatan . kelas yang selalu kami huni selam kurang lebih tiga tahun dan selama itu pula kami bersama dalam duka maupun senang . Untuk tahun terakhir kelas ini di ketuai oleh seorang siswa bernama Kano dan wakilnya Edi juga dibantu pengurus kelas lainnya .
Kano               : siswa yang baik , usil ,suka buat keributan and rame .
Edi                  : siswa ini pendiam , pinter pelajaran fisika and suka debat . and
Lia                   : seketaris cantik ini jago berbahasa ingris , baik , lucu
Fitri                 : wakil seketaris yang biasanya kami panggil mami ini orangnya
                          Bijaksana , baik dan dewasa
Ela                   : bendahara yang selalu sibuk dengan uang ini . orangnya baik ,suka
                          Ngasih nasehat, gx pelit dan pengertian.
Kelas ini sangat berwarna ketika semua penghuninya memiliki sifat yang bebeda dan tak ada kesamaan . selisih paham , keributan dan kebencian sering terjadi setiap harinya. Bahkan banyak yang mendapat tambatan hati juga sahabat sejati disini. Hal yang biasa jika ada salah satu orang teman atau lebih  yang tidak disukai selama menghuni ruangan berjendela putih ini .
            Aku paham akan satu hal itu. Bahwa di bumi ini tidak semua orang menyukai kita bahkan selalu mencari akan kekurangan atau keburukan kita. Tapi itulah kehidupan, aku bernama pita dan terlahir di sebuah keluarga kecil daerah Sekayu . setelah aku duduk di salah SMA . aku pindah dan tinggal bersama tante di palembang dekat dengan sekolahku sekarang . menurut ibu aku orangnya cerewet , serius , baik dan terkadang pelit . aku suka ngobrol , dengerin curhatan orang and selalu pengen deket ama orang yang lebih tua . itulah aku ....
            Sejak pertama masuk kelas perasaan senang mendera di hati . walaupun saat itu tak ada teman dekatku disana . Setelah beberapa bulan belalu aku terpilih menjadi bendahara dan membuat semua teman mulai membenciku . bagiku menjadi bendahara merupakan tanggung jawab yang harus dapat terlaksana dengan baik . sampai pada suatu ketika tejadi kesalah pahaman yang mengakibatkan air mata ku tak terbenduk karna ada seorang siswa yang menambahi nama belakang Pita Angraini dengan kata binatang haram .walaupun akhirnya persoalan ini selesai dengan baik dengan bantuan wali kelas . dari aku menjadi seorang bendahara dan memiliki rumah yang dekat dengan sekolah aku menjadi dekat pula dengan para guru yang menggajar.
Hal itu terjadi tanpa aku yang mau dan niat untuk carmuk seperti apa yang mereka katakan .
            Selama ini , aku juga belajar ketika mau ulangan, bahkan aku pernah juga dimarahi sama guru sampai – sampai di lempar spidol . merasakan susahnya mendapat nilai terutama bahasa inggris pelajaran yang aku gx suka . jujur hanya aku yang tahu dan  guru yang dekat denganku yang tahu bahwa selama ini aku dekat dengannya tak sedikit pun aku membicarakan orang atau bergunjing bahkan sampai menjelekan teman – teman . karna sebenarnya aku sayang dengan mereka walaupun mereka membenciku .
            Aku mengetahui bahwa teman sekelas selama 2 tahun ternyata banyak yang tidak menyukaiku dengan berbagai alasan mereka bahkan ada yang membenci ku sebelum mereka mengenalku . saat detik – detik menjelang UN dalam acaran jujur – jujuran . salah satu alasan mengapa mereka membenci ku adalah suka carmuk dan lebay hal itu sudah aku jawab di pernyataan diatas . dan alasan lainnya sudah aku jelaskan juga. Yang terakhir mengapa aku selalu bersikap baik dengan orang yang berulang kali menyakiti dan menyinggung perasanku itu karena kepercayaan bahwa hukum karma itu belaku , menurutku tak ada gunanya untuk membalas suatu kejahatan , siapa yang menabur kebaikan pasti suatu saat ia akan memanenya .  

            Aku memohon maaf kalau pada saat itu tak dapat berbicara lansung pada kalian karna menurutku itu bukan waktu yang tepat untuk menggungkap semuanya . kalau aku boleh jujur aku sedih karena teman – teman yang dekat dengan ku bahkan yang tidak selama ini ternyata membenciku . padahal aku selalu berusaha ada buatnya dalam suka dan duka . sedih karna dikelas selama ini belum ada yang sepenuhnya memahami aku dan bahkan tulus berteman dengan ku . seneng karena banyak saran positif yang bisa membuat aku menjadi lebih baik bahkan doa agar aku kelak berubah . dan yang paling penting aku mengetahui siapa saja yang membenciku dan apa alasannya sebelum aku tamat . sekarang aku hanya berharap permintaan maaf yang kalian ucapkan tidah hanya di bibir saja tapi di laksanakan. Semoga aku di bangku kuliah mendapat teman yang mengerti dan memahami bahwa di dunia ini gx ada yang sempurna juga lebih bijak untuk tidak cepat menilai seseorang baik dari keburukan maupun sebaliknya sebelum ia dapat menilai keburukan diri sendiri .
            Buat temen di ruangan yang penuh kenangan sebelum hari pengumuman datang aku meminta maaf dan  makasi buat kesedihan dan kebahagian yang di berikan selama ini. Semua itu akan tersimpan abadi dihati kita . semoga kita semua XII IPA dapat lulus dan  menjadi orang di banggakan .

Cerpen yang berisi cerita nyata dan ungkapan dari penulis untuk pembaca tidak ada niat untuk menyinggung atau menjelekan siapa pun . makasih

 Tersenyum dan Semunya Optimis Untuk Menatap Masa Depan 
Semangat Ya 42 Pahlawan

The end