Sabtu, 09 Agustus 2014

Diary Merah



Diary Merah


Ulang tahun ke 17 adalah hal yang spesial karena di usia inilah pertama kali kita boleh memilih presiden dan memiliki kartu tanda penduduk atau KTP bahkan kartu boleh pacaran. Begitu juga bagiku, aku fia yang sekarang tepat berusia 17 tahun dan duduk di bangku kelas dua sma.
Melewati masa putih abu – abu ini sangatlah banyak pelajaran yang kudapat. Sampai hsuatu siang aku akhirya meniup lilin yang ke 17. antusia, bahagia dan bersyukur dengan umur ku ini. Meniup lilin dengan dikeliligi orang – orang tercinta di sebuah acara kecil dengan persiapan kilat karena bersamaan dengan kepanitian lomba PMR di sekolah.
Tepat pukul sepuluh acara ulang tahun ini dimulai, setelah terdengar suara cowok yang mengetuk dan mengucapkan salam .
Erga dan dian : “assallammualaikum, fia ...” (sambil mengetuk pintu)
Fia                   : waalaikumsalam, siapa yaa ... ( menuju pintu )
                         O erga sama dian dikirain siapa, sini masuk bentar lagi acaranya mulai.
Erga dan Dian : ia makasih ya fia ( langsung duduk disalah satu pojok )
Erga                 :  waah ternyata udah rame ama temen kelas u yaaa dan gx ada temen kelas w
Fia                   : hhe ... ia ga emang gx ngundang – ngundangkan cuma acara ksyukuran aja
                        Dan yang cowok ternyata cuama kalian berdua aja loh ...
Acara pun dimulai dari nyanyi bersama sampai pada acara puncak yaitu peniupan lilin dan pemotongan kue. Sebelum peniupan lilin aku tidak lupa untuk memanjatkan doa kepada sang pencipta. Setelah itu dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun .
Teman – teman : potong kuenya, potong kuenya ..?
Aku segera memotong kuenya dan potongan pertama aku berikan ke mama, lalu aku suapi mama dan bilang ma makasih buat semuanya. Aku sayang mama. Setelah itu potongan kedua buat lina sahabatku yang selalu ada sampai saat ini. Dan potongan ketiga buat orang spesial dihari spesial pula yaitu potongan buat erga, aku memberi potongan kuenya tanpa sepatah kata pun yang keluar dan hanya senyum yang dapat ku berikan. kuenya pun di terima dan erga tersenyum sambil berkata terimakasih. Kami pun menyantap makan bersama, poto  dan tertawa bersama. Sampailah pada acara terakhir yaitu doa bersama. Acara ultah ku berakhir sudah namun tidak dengan kejutannya.
Ia kejutan pertama dan terindah adalah ketika erga dan dian pamit pulang.
Dian : makasih ya fia...
Erga  : makasih udah mau ngundang w. Oh iya katanya kemaren u mau kado dari w ?
Fia  : kado untu w...
Erga  : ia, jadi mau gx nih kadonya ? (sambil tersenyum)
Fia    : ia dech sambil tersenyum
Erga pun melihat dan memasukan tangannya kedalam tas dan tiba – tiba terlihat kado yang telah dibungkus berwana biru. Erga berkata “maaf bungkus kadonya acak – acakan, maklum ngebungkus sendiri”. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya dan berkata makasih ya ga kadonya. Erga berkata ‘ia sama – sama, semoga senang ya ama kadony, w pulang dulu assallammualaikum”. Aku berakata “waalaikumsalam”.
Setelah itu, aku pun bergegas masuk kamar dan membuka kado yang erga berikan. Dan terkejutlah aku setelah melihat ternya isinya adalah sebuah buku diary berwarna merah bergambar hello kity. Diry ini dari warnanya dan gambarnya semua sesui dengan kesukaan ku. Diary merah ini membuat hatiku bergetar dan berdebar tidak menentu. Diary ini pula yang membuat aku sadar, bahwa selama ini perasaan yang ku rasa ke erga bukan sekedar perasaan pertemanan saja namun lebih dari itu. Perasaan yang mulai tumbuh karena kebersamaan dan perhatian yang ia berikan terlihat dari diary merah dihari bahagia ku. Diary ini akan ku simpan dan sebagai saksi bisu indahnya kamu dihatiku. Akan ku simpan perasaan ini sama seperti ku simpan dan ku jaga diary merah pemberian mu.
TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar